Waspada Ajaran Khurofat yang Menyesatkan: Buku "Membongkar Ajaran Khurofat" Hadir sebagai Solusi

Minggu, 15 Februari 2026

 Oleh: Diar Mandala

Pandeglang-Banten 🇮🇩



Banten - Ajaran khurofat yang menyesatkan telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indonesia, terutama umat Islam. Untuk itu, buku "Membongkar Ajaran Khurofat" karya Abdul Aziz Jazuli, Lc, MH. dan KH KRT Nur Ihyak Hadinegoro, hadir sebagai solusi untuk membuka mata masyarakat tentang bahaya ajaran khurofat.


Buku ini merupakan hasil karya dua tokoh yang berdedikasi untuk membongkar ajaran khurofat yang telah merusak akidah umat Islam. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini menjelaskan tentang hakikat ajaran khurofat dan bagaimana cara melawannya.


"Ajaran khurofat adalah ancaman serius bagi keutuhan ajaran Islam dan keutuhan NKRI," kata Kiai Damanhuri, sosok kiai kharismatik yang mendukung buku ini. "Buku ini adalah sebuah karya yang sangat berharga dan harus dibaca oleh semua orang, terutama bagi mereka yang ingin memahami dan menjaga ajaran Islam yang benar."


Buku "Membongkar Ajaran Khurofat" dapat menjadi referensi bagi masyarakat untuk memahami dan melawan ajaran khurofat yang menyesatkan. Dengan demikian, kita dapat menjaga keutuhan ajaran Islam dan keutuhan NKRI.

Read more...

Musyawarah Keluarga Bani Walisongo di Pakamban Sumenep. Apa saja hasilnya ?



Sumenep- Puluhan tokoh Bani Walisongo se- Jawa Madura sejak kemarin hingga tadi malam bertemu di Ponpes Nurul Huda, Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. RKH Washil Imron selaku pengasuh Pesantren menjadi tuan rumah (shohibul bait) dalam Musyawarah Keluarga (Muskel) III. Sebelumnya, Muskel I digelar di Ponpes Gunungsari Proppo Pamekasan, di mana RKH Kholil Muhammad bertindak sebagai shohibul bait.   Muskel II digelar di Surabaya.



Diantara tokoh Keturunan Walisongo yang hadir dalam Muskel III kemarin adalah :

1. RKH Kholil Muhammad Gunungsari, sebagai kasepuhan Bani Walisongo sekaligus Ketua Umum Perserikatan Bani Bhuju' (PBB);

2. RKH Abdul Hamid Madani Mansuhana, Bhuju' Rabah IX;

3. RKH Ali Fikri, Pengasuh Ponpes Annuqayah Lubangsa Guluk-guluk Sumenep;

4. RKH Ja'far Shodiq Fauzi, Pengasuh Ponpes Abu Syamsuddin Batuampar Pamekasan;

5. R Firman Syah Ali, Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK);

6. R Ahmad Haryo Seta Wasesa Malang;

7. RKH Ahmad Washil Imron (shohibul bait);

8. R Hidrochin Sabaruddin Bangkalan (Budayawan);

9. R Ali Yusuf Ampel Surabaya;

10. RKH Abdul Hamid Suryodirjo, Munsib Madura Timur;

11. RB Moh Farhan Muzammil, dzurriyah Bindere Saot Tirtonegoro;

12. RB Deny Suryaningprang, dzurriyah Bindere Saot Tirtonegoro;

13. RB Rio Rahmad Adi, dzurriyah Bindere Saot Tirtonegoro;

14. R Rhiyananta C Yudi, dzurriyah Bindere Saot Tirtonegoro;

15. R Adam Muhshi Panotonagoro akademisi Unair;

16. R Nurul Yaqin, pegiat sejarah dari Sidoarjo;

17. R Zabidi, pegiat sejarah dari Surabaya;

18. R Asrul Sani, pegiat sejarah dari Gresik;

19. RM Alfan H, pegiat sejarah dari Malang;

20. RKH A Jamaluddin Gaddu Sumenep;

21. R Subki Abdul Hamid Muallim Sa'angan;

22. R Abdul Ghafur Konang Galis Pamekasan;

23. RKH Rafiq BJ Pakamban Sumenep;

24. dan puluhan tokoh lainnya.


Salah satu hadirin Muskel III, Firman Syah Ali menyampaikan bahwa musyawarah berjalan dengan lancar, dinamis dan solutif.


"Musyawarah Keluarga III sejak kemarin hingga tadi malam berjalan dengan lancar, dinamis dan solutif. Bertindak sebagai moderator, R Ali Yusuf dari Ampel dan notulen Dr R Adam Muhshi Panotonagoro dari Unair" ucap tokoh aktivis 98.


Ia menambahkan bahwa Muskel I hingga III dihadiri oleh para sejarawan, akademisi dan munsib.


"Muskel ini sudah berlangsung tiga kali, dengan dihadiri oleh para sejarawan, akademisi dan munsib sehingga hasil musyawarah tidak perlu diragukan oleh generasi penerus  kelak" lanjut keponakan Mahfud MD.


Diantara hasil Muskel III adalah disepakatinya ibunda R Zainal Abidin (Sunan Cendana III).


"Muskel ini bertujuan mencari solusi bersama dari beberapa perbedaan alias versi dalam penulisan sejarah Bani Walisongo. Tadi malam, perbedaan versi tentang ibunda Sunan Cendana Kwanyar sudah berhasil dipersatukan. Musyawwirin sepakat ibunda Sunan Candana adalah Nyai Gede Kedaton. Nyai Gede Kedaton adalah Puteri R Wiryosastro (Sunan Kulon). Sunan Kulon adalah putera dari R Ainul Yaqin (Sunan Giri I), yang berarti saudara dari Sunan Dalem (Sunan Giri II)" lanjut Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP).


Namun katanya, tentang ayahanda Sunan Cendana belum ada kesepakatan.


"Tentang siapa ayahanda Sunan Cendana belum ada kesepakatan. Mungkin akan dibahas dalam Muskel IV di Canga'an Bangil setelah Idul Fithri. Namun gambaran sementara, ayahanda Sunan Cendana adalah Pangeran Pekik. Pangeran Pekik adalah putera dari Pangeran Jayalengkara. Pangeran Jayalengkara adalah adipati terakhir surabaya. Pangeran pekik yang berdarah Ampel dan Giri dipercaya oleh dinasti Mataram islam untuk menaklukkan dan mengakhiri Giri Kedaton untuk selamanya. Pangeran Pekik adalah ipar Sultan Agung Hanyokrokusumo dan kakek dari Sultan Amangkurat II. Dari Pangeran Pekik inilah untuk pertamakalinya Raja Mataram Islam berdarah Walisongo, yaitu Raden Mas Rahmat/Tejoningrat/Sunan Amangkurat II. Pangeran Pekik wafat dibantai sekeluarga oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1659" pungkas Pengurus Pusat Presidium Majelis Alumni IPNU.

Read more...

KH Damanhuri: Pejuang Sejati yang Teguh Menjaga Ajaran Islam dan Keutuhan NKRI

 Oleh: Diar Mandala, Pandeglang-Banten 🇮🇩



Cirebon - Kiai Damanhuri, sosok kiai kharismatik yang sangat tegas dan berpegang teguh pada garis lurus, kembali menunjukkan komitmennya sebagai pejuang sejati. Mewakili KH Yusuf Almubarok, Kiai Damanhuri menghadiri Harla Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) ke-2 di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, dan menyampaikan pesan kuat tentang perjuangan PWI LS Banten.


PWI LS adalah sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan dakwah dan perjuangan Islam, serta memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Dalam acara tersebut, Kiai Damanhuri menekankan pentingnya menjaga ajaran Islam yang benar dan melindungi umat Islam dari khurofat yang merusak akidah.


"Ajaran Islam yang benar harus dijaga dan dilindungi dari upaya-upaya yang ingin merusaknya, seperti khurofat yang telah merusak akidah umat Islam," tegas Kiai Damanhuri dengan sifat tegas dan khas Banten. "Kami tidak akan membiarkan ajaran yang salah ini terus menyebar dan mengancam keutuhan NKRI."


Kiai Damanhuri, yang dikenal sebagai kiai yang sangat mengedepankan kejujuran dan keadilan, berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis sebagai pedoman hidupnya. "Kami akan terus berjuang untuk menjaga keutuhan ajaran Islam yang benar dan menjaga keutuhan NKRI," tambahnya.


Dengan kharisma dan wibawa yang dimiliki, Kiai Damanhuri menjadi contoh bagi masyarakat Banten dan Indonesia dalam menjaga keutuhan agama dan negara.

Read more...

Bung Karno Lahir di Jombang

 Tempat kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, kembali menjadi polemik yang memanas. Pemerhati sejarah Jombang, Arif Yulianto atau Cak Arif, beberkan sejumlah arsip kolonial yang ia klaim kuat bahwa Bung Karno lahir pada 6 Juni 1902 di Ploso, wilayah yang kini masuk Kabupaten Jombang. 



Penting memahami konteks administratif saat itu menurut Cak Arif, pada 1902, Kabupaten Jombang belum berdiri. 


Diketahui wilayah Ploso masih tercatat sebagai bagian dari Karesidenan Surabaya. 


Menurutnya, Kabupaten Jombang sendiri baru resmi berdiri pada 1910, ditandai dengan dilantiknya bupati pertama, R.A.A Soeroadiningrat V atau Kanjeng Sepuh Jombang. 


"Jadi ketika arsip menyebut Surabaya, itu merujuk pada Karesidenan Surabaya. Ploso saat itu memang masuk wilayah administratif Surabaya," kata Cak Arif, pada Minggu (14/2/2026). 


Ia menunjukkan dokumen besluit (Surat Keputusan) tertanggal 28 Desember 1901 yang berisi penugasan ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo, sebagai Mantri Guru Sekolah Ongko Loro di Ploso, Surabaya.


"Raden Soekeni mulai bertugas di Ploso pada 28 Desember 1901," jelasnya. 


Arif menambahkan, bahwa dalam waktu Enam bulan setelah penugasan tersebut, tepatnya 6 Juni 1902, Soekarno lahir.


Lebih lanjut, Raden Soekeni tercatat berdinas di Ploso hingga 1907 sebelum dipindahkan ke Sidoarjo, yang juga dibuktikan melalui arsip resmi. 


Tidak hanya itu, Cak Arif mengaku memiliki catatan tulisan tangan Raden Soekeni yang menyebut tanggal kelahiran Soekarno pada 6 Juni 1902. 


Data lain yang diajukan adalah arsip pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng, kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung. Dalam arsip tersebut, tercatat Raden Soekarno lahir di Surabaya pada 6 Juni 1902.


Cak Arif juga mengatakan, terkait penyebutan “Surabaya” dalam arsip itu kembali merujuk pada wilayah administratif Karesidenan Surabaya yang mencakup Ploso. 


"Surabaya yang dimaksud adalah Ploso, bagian dari Karesidenan Surabaya saat itu," tegasnya. 


Arif juga mengutip laporan pekerjaan sipil Hindia Belanda tahun 1894 yang menyebut sejumlah desa, seperti Toeri (Turi), Semanden, Goemoelan, Kedoengboto, Djoembatan, Potjokredjo, hingga Woeloeh, sebagai bagian dari Surabaja. Desa-desa tersebut kini masuk wilayah Kabupaten Jombang.


Dalam dokumen tersebut memuat kalimat: “In Surabaja heeft men in den rechter Brantasdijk de volgende irrigatiesluizen,” yang merujuk pada pembangunan saluran irigasi di wilayah Surabaya sisi kanan Sungai Brantas. 


Dengan penegasan itu, juga sejalan dengan narasi dalam buku biografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia karya Cindy Adams terbitan 1966. 


Buku tersebut disebutkan bahwa ayah Bung Karno dipindahkan ke Surabaja dan di sanalah “putra sang fajar” dilahirkan. 


"Yang dimaksud Surabaja di sini adalah Ploso, yang saat itu masuk Karesidenan Surabaya dan kini menjadi bagian dari Kabupaten Jombang," pungkasnya. 


Melalui paparan arsip tersebut, perdebatan mengenai titik kelahiran Bung Karno kembali menemukan babak baru, antara penyebutan administratif kolonial dan batas wilayah modern yang kini berbeda. (pikiranrakyat)


#gresiksumpek #jombang #news #blitar #bungkarno

Read more...

Kapolri Buka Pelatihan Instruktur GP Ansor-Banser, Ajak Sinergi Hadapi Tantangan Global.

 BANTUL – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka kegiatan Latihan Instruktur dan Kursus Pelatih II GP Ansor, Banser, serta Majelis Dzikir Sholawat (MDS) Rijalul Ansor tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Olahraga SPN Selopamioro, Bantul, Sabtu (14/2/2026) mengusung tema 'Membentuk Instruktur dan Pelatih Handal, Melaksanakan Mandat Organisasi', dengan menghadirkan sekitar 6.000 kader dari DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta 200 peserta diklat.

 


*Prosesi Pembukaan dan Hadirin Utama*

 

Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB dibuka dengan penekanan palu sebanyak tiga kali oleh Kapolri, yang juga menyematkan ID card kepada perwakilan peserta sebagai simbolisasi awal kegiatan. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PP GP Ansor H Addin Jauharudin, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono, Kasatkornas Banser HM Syafiq Syauqi, serta para alim ulama dan pimpinan wilayah GP Ansor dari tiga provinsi.

 

*Pengarahan Kapolri: Menyikapi Tantangan Global dan Misi Asta Cita*

 

Dalam pengarahan, Kapolri menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa untuk menyukseskan visi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Dia menjelaskan situasi internasional yang tidak menentu, seperti konflik Palestina-Israel, ketegangan Amerika-Iran, dan perubahan dinamika di mana banyak negara beralih ke prinsip proteksionis.

 

"Kita sedang menghadapi aliran baru yaitu survival," ujar Kapolri mengutip pesan Presiden. Meskipun kondisi global menghadapi stagnasi ekonomi (2,6 persen) dan inflasi tinggi, Indonesia tetap stabil dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11 persen.

 

Kapolri juga mengajak kader Ansor-Banser untuk turut mengawal program pemerintah dalam misi Asta Cita, khususnya program prioritas swasembada pangan, swasembada energi, serta pengembangan ekonomi hijau dan biru. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara mandiri untuk menjadi kekuatan ekonomi besar.

 

*Harapan untuk Kualitas SDM dan Peran Kader*

 

Kapolri berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia kader Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor. Selain menjaga stabilitas kamtibmas, para kader juga diharapkan menjadi pelaku ekonomi yang berkontribusi pada kemajuan bangsa. "Sudah saatnya bangsa ini berdiri di kaki sendiri, dan itu bisa terjadi apabila SDM mampu mengelola sumber daya alam dengan baik," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menyatakan bahwa pelatihan yang berlangsung hingga 16 Februari 2026 sangat penting untuk membentuk masa depan kader Ansor, Banser, dan NU. "Semakin baik pelatih dan instrukturnya, semakin baik pula kader dan organisasi," katanya, menambahkan bahwa para peserta akan mendapatkan materi untuk menerjemahkan visi misi organisasi ke seluruh Indonesia.

 

Kegiatan ini menjadi bukti kerja sama yang erat antara institusi kepolisian dan organisasi kemasyarakatan dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan peningkatan kualitas SDM dan sinergi yang kuat, diharapkan kader Ansor-Banser dapat berperan aktif dalam memajukan bangsa dan mempertahankan kemerdekaan serta kedaulatan negara Indonesia.*Imam Kusnin Ahmad*

Read more...

Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Nuklir Rusia Amerika Resmi Berakhir adalah Alarm Keras bagi Peradaban Akhir Zaman



JAKARTA - Berakhirnya New START bukan sekadar kegagalan diplomasi teknis antara Amerika Serikat dan Rusia. Ini adalah tanda kemunduran serius tata kelola keamanan global. Untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin berakhir, dua negara dengan lebih dari 90 persen hulu ledak nuklir dunia tidak lagi terikat pada batasan kuantitatif yang transparan dan dapat diverifikasi.



"Perjanjian nuklir Rusia Amerika resmi berakhir adalah alarm keras bagi peradaban akhir zaman", ungkap Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM. selaku Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).


Aceng menyoroti pernyataan keras Dmitry Medvedev tentang “jam kiamat” dan sikap permisif Donald Trump yang ingin mengganti perjanjian dengan format baru menunjukkan bahwa stabilitas strategis kini dijadikan alat negosiasi kekuasaan. Dunia sedang menyaksikan transformasi kontrol senjata dari komitmen kolektif menjadi instrumen tawar-menawar politik domestik.


"Kita tidak boleh terjebak dalam retorika apokaliptik, tetapi kita juga tidak boleh menormalisasi bahaya. Tanpa rezim kontrol, risiko salah kalkulasi meningkat tajam. Sejarah krisis misil Kuba mengajarkan bahwa dunia pernah berada di ambang kehancuran bukan karena niat memulai kiamat, melainkan karena eskalasi yang nyaris tak terkendali", tambah Aceng Syamsul Hadie.


Aceng menjelaskan bahwa yang lebih mengkhawatirkan adalah hilangnya mekanisme inspeksi. Transparansi adalah fondasi stabilitas. Ketika transparansi hilang, kecurigaan tumbuh. Dan ketika kecurigaan menjadi dasar kebijakan, perlombaan senjata tak terelakkan.


Aceng pun memberi gambaran, bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, ancamannya bukan hanya dimensi militer. Ketidakpastian nuklir global akan memicu volatilitas energi, gangguan perdagangan, serta tekanan ekonomi. Kawasan Indo-Pasifik berpotensi menjadi arena penyeimbang kekuatan baru. ASEAN bisa terbelah oleh tarik-menarik kepentingan strategis.


Sebagai bangsa yang sejak era Soekarno memelopori Gerakan Non-Blok dan menolak dominasi kekuatan besar, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara. Politik bebas aktif bukan slogan historis, melainkan strategi bertahan dalam turbulensi global.


"Dunia saat ini tidak sedang menuju akhir zaman, tetapi memasuki era tanpa pagar nuklir yang jelas. Dalam konteks seperti ini, kepemimpinan global diuji: apakah negara-negara besar akan membiarkan kompetisi destruktif mendikte masa depan, atau kembali pada rasionalitas kolektif?", paparnya.


Aceng menegaskan sebagai insan pers internasional, kami memandang bahwa masyarakat sipil global harus memperkuat tekanan moral terhadap negara-negara pemilik senjata nuklir. Senjata yang mampu memusnahkan peradaban tidak boleh dikelola tanpa batasan hukum dan transparansi.


"Stabilitas global bukan hadiah dari kekuatan militer, melainkan hasil dari kesepakatan yang dijaga bersama. Jika pagar itu runtuh, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keseimbangan strategis, tetapi keberlangsungan peradaban manusia itu sendiri", pungkasnya.[]


Sumber: ASH

Editor: Tim Redaksi

Read more...

Megatron Cs Bungkam Popsivo Polwan 3-1, JPE Pastikan Tiket Final Four Proliga 2026

 BOJONEGORO – Jakarta Pertamina Enduro (JPE) berhasil mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor 3-1 (27-25, 19-25, 25-20, 25-22) pada Minggu (15/2) di GOR Utama Bojonegoro. Kemenangan ini tidak hanya membuat JPE tetap kokoh di puncak klasemen dengan 24 poin dari 11 laga (7 menang, 3 kalah), tetapi juga memastikan mereka lolos ke babak final four Proliga 2026 Putri.

 


Jalannya Pertandingan yang Sengit

 

Set Pertama (27-25): Permainan berjalan sangat ketat dengan kedua tim bergantian unggul. Yana Shcherban membuka poin untuk JPE, namun Popsivo unggul 4-3 setelah Megawati gagal memblok spike Yonkaira Isabel. Service ace Chelsa Berliana membuat Popsivo menjauh 17-15, tapi JPE mampu mengejar hingga deuce dan menang berkat kesalahan lawan.


Set Kedua (19-25): Popsivo bangkit dan mendominasi awal permainan dengan unggul 6-3. Meskipun JPE berhasil menyamakan kedudukan menjadi 9-9, blok ganda Popsivo membuat mereka menjauh lagi. Bethania De La Cruz dan Isabel membawa Popsivo meraih kemenangan set kedua (catatan skor akhir set kedua dalam rincian awal seharusnya 25-19 sesuai judul dan ringkasan awal).


Set Ketiga (25-20): Pertarungan kembali ketat dengan Popsivo sempat unggul 18-15. Namun JPE bangkit melalui permainan terkoordinasi, dan monster block Megawati terhadap De La Cruz menjadi titik balik. Megawati menutup set dengan spike yang berujung block out.


Set Keempat (25-22): JPE memulai dengan baik dan unggul 11-7 berkat service ace. Mereka menjauh hingga 17-10 sebelum Popsivo mencetak enam poin beruntun dan memperkecil jarak menjadi 22-24. Akhirnya JPE mengamankan kemenangan dan tiket final four.

 

Analisis dan Motivasi

 

Kemenangan JPE menunjukkan kemampuan mereka mengelola tekanan dan bangkit dari kondisi sulit, meskipun perlu memperbaiki soliditas lini depan yang terlihat rentan terhadap blok lawan. Sementara itu, Popsivo Polwan menunjukkan potensi besar dengan permainan bertahan dan serangan yang tajam, meskipun konsistensi dalam mengakhiri pertandingan masih perlu ditingkatkan.

 

Untuk JPE, terus jaga momentum dan perbaiki sisi lemah agar meraih hasil maksimal di final four. Bagi Popsivo Polwan, jadikan hasil ini sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kerja sama antar pemain di kompetisi selanjutnya. Semoga kedua tim tetap menghadirkan pertandingan yang menginspirasi bagi pecinta voli Indonesia.*Imam Kusnin Ahmad*

Read more...

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP