Rakyat Marah Menjarah Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani dijarah Demonstran Karena Suka Majaki Rakyat

Sabtu, 30 Agustus 2025




Jakarta - menaramadinah.com-Rakyat akhirnya melupkan kemaragannya kepada Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Karena menaikkan pajak dan memajaki rakyat dengan menjarah rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan  pada dini hari tadi.  Minggu (31/8/2025).



Penjarahan dilakukan dua gelombang. Tentara yang menjaga rumah tidak bisa berbuat banyak. Kalah jumlah. Sehingga demonstran bebas menjarah berbagai barang berharga di rumah Sri Mulyani yang suka majak rakyat.

Penjarahan) yang ke dua itu setengah 3 (02.30 WIB). Gelombang 1-nya setengah satu (00.30 WIB) oleh orang dari luar kampung. Jumlah massa lebih banyak saat gelombang ke-2.  Penjarahan bukan warga sekitar dan masih muda.


Para  penjarah  membawa elektronik, baju hingga alat makan dari rumah Sri Mulyani. Olaf menyebut saat kejadian, hanya terlihat penjaga rumah Sri Mulyani.

Juga Massa membawa TV lukisan, yang gelombang kedua aja bawa piring, bawa baju, dia teriak-teriak 'ini nih, buat ibu gua'. Bawa piring. Ini piringnya tebel.

Warga sekitar meminta penjarah untuk ditangjsp. Tapi penjarah mengatakan. Ini akibat suka bikin rakyat sengsara dengan majaki rakyat yang kini kesulitan keuangan.

MM


Read more...

Inspirasi Melukis Cekakik dari Rumpun Bambu Tepian Sungai Harinjing

 Kediri-MenaraMadinah. Com Satu Wage 30 Agustus 2025, Proses mw cari ide atau gagasan sebagai bahan untuk melukis cekakik, bisa ada disekitar kita, apa saja yang membuat kita tertarik untuk merenungkan hal tersebut, sebagai sumber inspirasi. 



Sore ini sepulang mengajar Lukisan Cekakik di SMP IsIam Plus Al-Hikam yang notabene adalah para santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Klampisan Kecamatan Kandangan, rumpun bambu ditepi sungai Harinjing menarik perhatian, terbayang pada cerita tutur bagaimana Bhagawanta Bhari dulu membuat kali ini dan membuat bendungan yang bisa mengaliri sawah di Desa Siman(sekarang, dulu namanya ada yang menyebut:'Culanggi') sampai ke Tenggara Barat daerah Kecamatan Purwoasri lewat Sungai Widas, tepatnya daerah timur Sungai Brantas, sehingga daerah Siman Kecamatan Kepung sejak dulu hingga sekarang pertanian nya subur dan masyarakat nya makmur. 

Inilah berkah dari karya agung Mbah Bhagawanta Bhari, yang diabaikan dalam prasasti yang di Desa Siman masyarakat sekarang menyebutnya dengan 'Punden Mbah Gurit', prasasti tersebut menyebutkan berkat karya tersebut me dapat 'Anugerah Raja' berupa tanah Sima, artinya daerah 'bebas pajak'. Selain sungai tersebut untuk keperluan irigasi juga digunakan MCK(Mandi Cuci Kakus) dulu hingga sekarang, serta menurut pengamatan penulis tahun 2008, bahwa disepanjang aliran sungai ini yang masih digunakan masyarakat mandi bersama, tidak ada kasus 'perkosaan' oleh sebab karena 'Pendidikan Sex Alami' masih ada didalam kehidupan riel di masyarakat. 

Namun, seiring perkembangan zaman atau tumbuh nya modernisasi adat kebiasaan tersebut sudah mulai berkurang, karena masyarakat sudah banyak yang memiliki kamar mandi di rumah sendiri, dan bahkan memiliki mesin cuci, jadi hampir sudah tidak mandi dan mencuci di sungai lagi. 

Penulis juga masih pernah mengalami mandi dan mencuci di sungai dekat rumah, namun sekarang hanya sesekali bernostalgia mandi dan mencuci di sungai tersebut, bukan karena sudah punya kamar mandi dan mesin cuci, namun dikarenakan bertambahnya usia dan tenaga yang sudah tidak sekuat dulu lagi, sehingga sudah merasa sulit dan berat untuk ke sungai yang jalan menanjak, dari bibir sungai kurang lebih setinggi pohon kelapa (kurang lebih 10 s/d 15 meter) dan jalan nya sudah tak terawat seperti dulu, licin, dan penuh reruntuhan dedaunan, maka harus lebih hati-hati. 

Pernah suatu kali pas musim hujan jalan nya licin, tangga dari tanah sudah hampir tak nampak, penulis tergelincir sampai ke bawah, nasib baik tidak sampai tercebur ke air dan cucian juga selamat. 


Dari cerita diatas kalau diolah menjadi ide lukisan sudah bisa menghasilkan beberapa karya, artinya inspirasi bisa datang dari mana saja. 

Nur Habib, mengabarkan.

Read more...

Gempa Sosial Yang Sudah Memuncak



Dr.Ir. HADI PRAJOKO SH, MH Ketua HPK Pusat.



Gempa sosial Yg sudah pada puncaknya penderitaan rakyat, dimana gap jarak sosial ekonomi antara rakyat dan kaum hedonistik yg menjadi kartel kartel penguasa pemerintahan dan cukong-cukong Mafia, membuat satu pembunuhan masal atas jiwa' jiwa' kosong akibat kemiskinan, dengan kondisi seperti itu sulit untuk Bisa mengetahui kemana arus balik kemarahan sosial itu, mereka tidak Bisa makan mati tetapi bila demo ditembak polisi juga mati, terus menerus untuk merubah kondisi sosial ekonomi seperti ini belum ada jalan keluarnya sehingga mereka mengambil posisi lebih baik' mati ditembus pelor peluru dari pada mati kelaparan oleh karena itu perlu dilakukan satu ritual ke-bangsa-an karena ini adalah diluar batas batas spiritual keagamaan, alam semesta melakukan proses antibodi untuk memperbaiki culture semesta.


Senyampang perubahan sosial dan arus besar serta 

Puncak penderitaan rakyat Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin melebar, kemiskinan, dan ketidakadilan. Berikut beberapa akibat dari puncak penderitaan rakyat ¹:


*Kerusuhan dan Demonstrasi*


- Gelombang kemarahan rakyat dapat meledak dalam bentuk demonstrasi dan kerusuhan, seperti yang terjadi pada Agustus 2025, ketika tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob, memicu gelombang demonstrasi dan kerusuhan di berbagai wilayah Indonesia.

- Demonstrasi ini seringkali dipicu oleh isu-isu seperti gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang dianggap terlalu berlebihan oleh publik.


*Kehilangan Kepercayaan terhadap Institusi*


- Puncak penderitaan rakyat dapat menyebabkan kehilangan kepercayaan terhadap institusi pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya.

- Ini dapat dilihat dari reaksi masyarakat terhadap pernyataan anggota DPR yang dinilai arogan dan tidak empatik terhadap penderitaan masyarakat.


*Kekerasan dan Kerusakan*


- Puncak penderitaan rakyat juga dapat menyebabkan kekerasan dan kerusakan, seperti yang terjadi pada demonstrasi di Makassar yang berakhir ricuh dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum.


*Perubahan Sosial dan Politik*


- Puncak penderitaan rakyat dapat menyebabkan perubahan sosial dan politik yang signifikan, seperti perubahan kebijakan pemerintah dan pergeseran kekuatan politik.

- Ini dapat dilihat dari peran Sultan HB X dalam meredam amarah massa demonstran dan menunjukkan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.


Dalam analisis scientifik, puncak penderitaan rakyat dapat dipahami melalui teori-teori tentang struktur sosial dan kekuasaan, seperti teori strukturalis dan post-strukturalis. Teori strukturalis berpendapat bahwa struktur sosial dan kekuasaan dapat mempengaruhi distribusi sumber daya dan kesempatan ekonomi, sementara teori post-strukturalis berpendapat bahwa kesenjangan sosial dan ekonomi dapat dipahami melalui analisis kompleksitas dan ketidakpastian dalam sistem sosial dan ekonomi ².

Read more...

Menunda Haid dengan Obat untuk Ibadah Umroh: Antara Medis dan Fiqih


Oleh dr. H. Sukma Sahadewa (Jamaah JASNU Surabaya).



Bagi jamaah perempuan, datangnya haid saat melaksanakan ibadah umroh sering menjadi kekhawatiran tersendiri. Bagaimana tidak, sebagian ibadah seperti thawaf, sa’i, dan shalat di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi mensyaratkan kondisi suci. Tidak heran, banyak perempuan yang mencari jalan agar ibadah tetap dapat dijalankan dengan tenang. Salah satu solusi yang ditawarkan dunia medis adalah penggunaan obat penunda haid.


Secara medis, obat penunda haid bekerja dengan mengatur keseimbangan hormon, sehingga siklus menstruasi bisa ditunda sementara. Obat yang paling sering digunakan adalah norethisterone (Primolut N), diminum beberapa hari sebelum jadwal haid, lalu diteruskan hingga selesai ibadah. Obat ini sudah lama dipakai oleh jamaah haji maupun umroh dan terbukti cukup efektif. Namun, seperti semua obat, ia tidak lepas dari kemungkinan efek samping, mulai dari mual, payudara tegang, hingga bercak darah. Pada mereka yang punya penyakit hati, hipertensi berat, atau riwayat pembekuan darah, penggunaan obat ini sebaiknya dihindari. Konsultasi medis sebelum berangkat mutlak diperlukan.


Lalu bagaimana pandangan fiqih terkait hal ini? Mayoritas ulama membolehkan penggunaan obat untuk menunda haid, selama obat tersebut aman dan tidak menimbulkan mudarat. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyatakan, “Tidak mengapa seorang perempuan menggunakan obat untuk menahan haidnya, dengan syarat tidak berbahaya baginya.” Ulama kontemporer juga menegaskan hal serupa. Fatwa Lajnah Daimah Arab Saudi, misalnya, memperbolehkan perempuan menggunakan obat penunda haid untuk melaksanakan haji dan umroh, selama atas rekomendasi dokter. Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga pernah menyatakan bahwa menunda haid demi kemaslahatan ibadah hukumnya mubah, dengan catatan tidak membahayakan kesehatan.


Dengan demikian, dari sisi syariat, penggunaan obat ini diperbolehkan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama, selama memenuhi dua syarat penting: aman bagi kesehatan dan diniatkan untuk kemaslahatan ibadah. Di sinilah sinergi antara medis dan fiqih terlihat jelas. Dunia medis memberi jalan agar jamaah bisa beribadah lebih nyaman, sementara fiqih memberikan legitimasi bahwa ikhtiar tersebut sah dilakukan.


Namun demikian, pilihan tetap berada di tangan jamaah. Ada yang merasa lebih nyaman dengan bantuan obat, ada pula yang memilih mengikuti siklus alami tubuh dan menyesuaikan ibadahnya. Tidak ada yang salah, sebab keduanya memiliki dasar yang dapat dibenarkan. Yang paling penting adalah kesadaran untuk menjaga kesehatan diri. Sebab tubuh yang sehat adalah amanah Allah, dan dengan tubuh sehat pula ibadah bisa dijalankan dengan lebih khusyuk.


Pada akhirnya, menunda haid dengan obat adalah ikhtiar medis yang dibolehkan syariat. Tetapi, menerima takdir datangnya haid dan mengatur ibadah sesuai kondisi juga merupakan bentuk ibadah yang tak kalah mulia. Dua pilihan ini sama-sama terhormat, tinggal bagaimana seorang perempuan menentukan mana yang lebih tepat bagi dirinya. Yang jelas, kesehatan harus tetap menjadi prioritas, karena ibadah yang sempurna lahir dari jiwa yang ikhlas dan tubuh yang terjaga.

 

Read more...

Warga Surabaya Tidak Mendukung Aksi Demo Bakar Cagar Budaya Polsek Tegalsari

Surabaya-menaramadinah.com-Akdi demo di Surabaya masih terus berlangsung. Siang hari aksi mahasiswa berjalan damai dengan berbagai tuntutan pembebasan demo tahanan agar dilepaskan.




Sedangkan malam hari aksi demo melakukan tindakan anarkis yaitu membakar Poksek Tegalsari Surabaya pukul 00.10 wib. Juga melakukan penjarahan.

Aksi demo bakar Poksek Tegalsari tidak didukung warga Surabaya. Karena Polsek Tegalsari merupakan Cagar Budaya yang tidak boleh dibakar. Karena tidak bersalah.

"Ini aksi demo malam hari sudah salah sasaran. Cagar Budaya dibakar. Sebenarnya tidak boleh.  Hal ini bikin warga kurang simpati sama para pendemo," ujar Muslimin warga Surabaya.

Untuk itu, kata Muslimin, pendemo jangan hanya main bakar. Polsek Tegalsari yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dibakar. Ini membuat warga Surabaya pecinta sejarah tldak simpati kepada para pendemo didalam hari.

"Saya berharap TNI dan Polri menindak tegas para aksi demo yang membakar Cagar Budaya dan mengamankan agar tidak dibakar,"ujarnya.

Demikian pula Johan warga Surabaya mengingatkan agar masa demo hendaknya jangan membakar bangunan Cagar Budaya. Karena jejak peradaban. Demo boleh demo tapi jangan bakar Gedung Cagar Budaya. Karena tidak bersalah.

MM

Read more...

POLSEKTA & MUI Wonokromo bersinergi menjaga kondusifitas keamanan Wilayah Wonokromo

Surabaya-menaramadinah.com-Menyikapi perkembangan aksi unjuk rasa yg cenderung anarkis Polsekta Wonokromo Sabtu 30 Agustus 2025 mengadakan Do'a bersama masyarakat sekitar Wonokromo.



Kapolsek Wonokromo Kompol Hegy Renanta Kuswara mengajak Masyarakat untuk bersama sama menjaga kondusifitas keamanan yang ada di wilayah Wonokromo.



Kompol Hegy mengapresiasi kepada Masyarakat Wonokromo yg bahu membahu dengan jajaran Polsekta menjaga kantor Polsek Wonokromo hingga luput dari amukan massa.


Selanjutnya Masyarakat dipersilahkan bersama petugas Polsekta piket menjaga kantor 24 jam.


Sementara itu sebelum memimpin Do'a Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Wonokromo KH A SIDQUS SYAHDI, SE menghimbau kepada warga sekitar Kantor Polsekta agar jangan sampai ikut terprovokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan yg terjalin selama ini.

Dengan merusak dan menjarah barang yg bukan hak nya akan merugikan diri sendiri, karena fasilitas atau barang yg ada juga notabene milik rakyat juga.


Acara diakhiri dengan Do'a Keselamatan oleh Kyai Syahdi.

Read more...

Reses Masa Sidang Ke-2 Tahun 2025,Edy Cahyo Purnomo S.Sos,Menjaga Keseimbangan Membangun Untuk Kepentingan Rakyat




Jember-Menaramadinah.com,Dalam kegiatan reses masa sidang ke-2 tahun 2025, Anggota DPRD Jember Komisi C Edi Cahyo Purnomo , dari Fraksi PDI Perjuangan mendorong menyampaikan untuk menjaga keseimbangan pembangunan untuk kepentingan Rakyat di Jember.  yang merupakan indikator kesejahteraan masyarakat dengan dimulai dari desa.


Reses yang diadakan di Cafe Yus  kecamatan Kaliwates pada hari sabtu, 30 Agustus 2025, Edy Cahyo P sapaan akrapnya Mas Ipunk mengatakan bahwa menjaga keseimbangan pembangunandi wilayah kabupaten Jember sangat penting .Terutamanya sektor pembangun insfrastuk Jalan ,Irigrasi dan Pemafingan jalan di desa-desa.tiga faktor pembangunan untuk kepentingan rakyat di Jember.


Jika di desa-desa dibangun dengan maksimal, maka kemajuan  akan lebih cepat naik. Tiga indikator tersebut harus menjadi perhatian prioritaskan mengingat Akses jalan sangat penting,bila jalan sudah di bangun,maka masyarat juga turut menjaga pembangunan tersebut mengunakan anggaran dari rakyat Jember ujar" Edy Cahyo.


Lebih lanjut Ipunk men contohkan,   bahwa didesa-desa di kabupaten Jember banyak sekali potensi wisata budaya, wisata alam yang bisa dikembangkan bila akses jalan ketempat destinasi desa bagus,para pengiat wisata suka datang ke Jember dari wisata lokal sampai manca negara paparnya.


"Sementara itu,disampaikan Anggota Dewan Komisi C Jember Edy Cahyo Pornomo ,jika wisata di desa-desa bisa dikelola dengan baik, infrastruktur dibangun maka Peningkatan PAD bisa naik secara signifikan ,akan berdampak kepada perputaran ekonomi.


Legislator dari PDI Perjuangan tersebut juga mengatakan bahwa dirinya terus melakukan upaya-upaya membantu membangun desa.


Edy Cahyo  mengungkapkan  bahwa pada tahun ini juga akan dilaksanakan pembangunan air bersih di beberapa titik wilayah  Selain itu juga akan dibangun PJU-PJU dibeberapa titik.


Diakhir acara resesnya,  berharap agar masyarakat bisa aktif dan terus berkomunikasi dengannya agar perkembangan di desa-desa bisa lebih cepat dan berdampak kepada meningkatnya pertumbuhan ekonomi kerakyatan pungkasnya.(Trisno)

Read more...

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP