Membedah Korupsi di Sekolah dan Korupsi oleh Kepala Sekolah

Minggu, 01 September 2024



Oleh : H. Sujaya, S. Pd. Gr. 

(Guru SMPN 3:Sindang Indramayu)


 *Pendahuluan* 

Menurut laporan KPK dari tahun ke tahun, fenomena korupsi di sektor pendidikan begitu meresahkan, seperti tidak ada hentinya; ibarat mati satu, tumbuh seribu. Mereka yang terlibat korupsi baru seperti tak pernah belajar dengan kasus-kasus sebelumnya, justru tak malu-malu melakukan perbuatan culas tersebut. 


Indonesia Corruption Watch dalam sebuah kajian tren kasus korupsi antara 2016 hingga 2021 menyebutkan korupsi di sektor pendidikan masuk dalam lima besar korupsi di Indonesia berdasarkan sektor. Adapun sektor lainnya sektor anggaran desa, pemerintahan, transportasi, dan perbankan.


Secara umum, ICW mencatat sebanyak 240 korupsi pendidikan yang ditindak aparat penegak hukum sepanjang Januari 2016 hingga September 2021. Kerugian negara yang ditimbulkan Rp 1,6 triliun.


 *Korupsi Sektor Pendidikan* 

Dari data laporan ICW tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan masih menjadi ladang korupsi. Bahkan di tengah pandemi Covid 19, korupsi sektor pendidikan tak berhenti. Dari data temuan tersebut, mayoritas para tersangka korupsi di sektor pendidikan ialah pegawai negeri sipil dinas pendidikan, petugas pengadaan, kepala/wakil kepala sekolah, pegawai instansi lain, kepala disdik, dan lain-lain.


Menurut juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan, koruptor memiliki ciri tertentu. Dalam hal ini terdapat tiga ciri tersangka korupsi.


Pertama, para pelaku melakukan korupsi untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Kedua, orang yang melakukan korupsi itu karena serakah. 

Ketiga, mereka melakukan orang melakukan korupsi lantaran sistem, orang baik bisa saja terjerat korupsi karena sistem yang mendorong mereka untuk melakukan korupsi.


 *Indikasi Korupsi BOS oleh Kepala Sekolah* 

Berikut ciri-ciri Kepala Sekolah yang terindikasi melakukan korupsi, yaitu :

1.Tidak pernah terbuka soal keuangan sekolah ketika dalam rapat guru. 

2.Tidak pernah memberitahukan berapa jumlah uang BOS yang diterima. 

3.Tidak pernah memberitahukan berapa jumlah uang BOS yang sudah digunakan berikut realisasinya

4.Selalu mengatakan uang BOS sudah habis tanpa jelas realisasinya. 

5.Bikin laporan BOS nya fiktif. 

6.Guru tidak pernah diberitahu soal uang DSP disimpan atau digunakan untuk apa?

6.Guru tidak pernah diberitahu soal uang insentif buku, nominalnya berapa, dan digunakan untuk apa?

7.Tidak pernah memberitahu soal keuangan di akhir tahun kepada guru

8.Selalu mengatakan kalau pemasukan sekolah tidak cukup untuk operasional sekolah, sekolah nombok, padahal sudah jelas sekolah memungut iuran SPP, plus mendapat dana BOS. 

9.Kalau ada sidak buru-buru berkoordinasi dengan kepala sekolah lainnya dan bersepakat menyiapkan amplop ke atasan agar tim penyidik tidak datang. 

10.Pas di akhir jabatannya tidak memberikan laporan keuangan kepada guru dan kepala sekolah yang baru, permasalahan keuangan yang dipimpinnya dianggap selesai ketika sudah tidak menjabat dan menjadi tanggungjawab kepsek baru. 

11.Bila ditanya atau disinggung soal keuangan saat rapat "suka ngambek" dan langsung memusuhi guru kritis yang nanya soal keuangan sekolah tersebut. 


Dan banyak lagi ciri-ciri kepala sekolah yang suka korupsi lainnya. Hal di atas hanya beberapa indikasi saja, selebihnya mungkin lebih banyak lagi ciri-ciri lainnya.


 *Semua Harus Melawan Korupsi* 

Penyalahgunaan dana BOS merupakan permasalahan yang secara terang-terangan ada dilingkungan sekolah. Sehingga harus ditangani bersama agar Dana BOS 2020 ini tidak di korupsi lagi  dan harus  tepat sasaran.


Adanya pencegahan korupsi di lingkungan sekolah terkhusus dana BOS, dengan adanya transparansi penggunaan baik pemasukan dan pengeluaran dana operasional sekolah yang dapat dilihat maupun dikawal siapapun, seperti menerapkan sistem keuangan berbasis online agar lebih transparan dan akuntabel. Semacam E-budgeting untuk menjadi solusi terbaik sistem keuangan online yang bisa dipakai sekolah dengan sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efisien dan efektif dan dikawal oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan begitu diharapkan bisa mencegah upaya korupsi  dana Bantuan Operasional Sekolah.


Sistem pendataan keuangan pun bisa berlangsung secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan sistem dan jaringan terpadu, maka Dinas Pendidikan sampai ke Kemendikbud bisa langsung mengendalikan dan mengevaluasi secara langsung untuk adanya transparansinya.

Read more...

Munas VI Kauje di Unej 30 Agusrus 2024









 

Read more...

Tour de Unej 2024








 

Read more...

Ketum Banser Kukuhkan Satkornas Banser Masa Bhakti 2024-2029



JAKARTA– Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Masa Khidmat 2024-2029 resmi dikukuhkan. Pengesahan personalia Satkornas Banser berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nomor: 1010/PP/SK-01/IX/2024 yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal PP GP Ansor H A. Rifqi Al Mubarok.


Sementara, sumpah baiat dibacakan langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Addin Jauharudin yang diikuti oleh seluruh pengurus Satkornas Banser.


Gus Addin menegaskan, bahwa dikukuhkannya sahabat-sahabat menjadi pengurus, harus diniatkan semata-mata untuk khidmat kepada kiai dan PBNU.


“Semata-mata kita untuk berkhidmat, mengawal kiai, mengawal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Apakah sahabat-sahabat siap?” tanya Gus Addin.


“Siap!” jawab pengurus secara serentak.


Berikut Susunan Personalia Satkornas Banser Masa Khidmah 2024-2029


Komando Tertinggi                          : H. Addin Jauharudin


Kepala                         : H. M. Syafiq Syauqi

Wakil Kepala                                     : H. Herry Budhie Hartono

Wakil Kepala                                     : H. Abdul Mupid

Wakil Kepala                                     : Zuhri Wael

Kepala Kesekretariatan Markas   : Rudy Mujianto


Asisten I Penelitian dan Pengembangan

Kepala                  : H. M. Sidik Sisdiyanto

Anggota               :

– Hariyadi

– H. Muhammad Hasbi


Asisten II Perencanaan

Kepala                  : H. Adin My Widayanto

Anggota               :

– Wahyu Aji Setyawan

– Amsa Edoba

– Heri Sulamto

– Syaroni

– Zaenal Arifin


Asisten III Kegiatan

Kepala                  : Murjani

Anggota               :

– H. Abbas Rauf Rani

– H. Sulton Muminah

– Gusti Taufik Hidayat

– M. Nur Arifin

– Novri Azwari

– Sri Handoko


Asisten IV Administrasi Keanggotaan dan Personalia

Kepala                  : H. M. Nuris Salam

Anggota               :

– Khairul Huda

– H. Ibnu Mubarok

– Moh. Syukri Aby

– Didik Aribowo

– Wahyu Nurhikmah

– Ikhsan Mathori


Asisten V Perbekalan

Kepala                  : H. Yudi Nurcahyadi

Anggota               :

– Kharis Suhud

– H. Agus Junaidi H

– Affan Tasturi

– H. Sandi Adinda Putra

– Tri Sutardi


Asisten VI Informasi dan Komunikasi

Kepala                  : H. Yonathan Wegig Supranjono

Anggota               :

– Rico Andrianto

– Abunasor

– Bayu Chandra

– Imam Masruri

– Saeful Bahri


Asisten VII Pendidikan dan Latihan

Kepala                  : Nuril Huda

Anggota               :

– Muhammad Maskun

– Miftahul Huda

– M. Syaifullah Khairudin

– Sumarno

– M. Muarif Sodik

– Wahyudi.(imam kusnin ahmad)

Read more...

Platform ISNU Star Diluncurkan di Malang



MALANG-Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berkomitmen untuk bersama-sama memajukan Kota Malang dan turut menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat. Sebagai bentuk dari komitmen tersebut ISNU meluncurkan platform ISNU-Star. 

Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus baru ISNU tahun khidmat 2024 – 2028 yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kependidikan, Universitas Negeri Malang, Sabtu (31/8).  Pelantikan dilakukan oleh Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D. 

ISNU-Star menghubungan pakar NU dari berbagai keilmuan untuk berkolaborasi, memberikan solusi bagi permasalahan umat Islam di Indonesia.  

Di dalam platform tersebut akan ditemukan direktori profil pakar-pakar ISNU Kota Malang lengkap dengan kontribusi mereka dalam keilmuan maupun kemasyarakatan. Selain itu, platform ini juga menyediakan ruang berdiskusi antar pakar, termasuk ruang diseminasi pemikiran dan pengetahuan. 

“ISNU ingin berontribusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Masyarakat. Ada judi online, ketimpangan ekonomi, kenakalan remaja, dan banyak masalah-masalah lagi yang ada di Masyarakat,” ujar Ketua baru ISNU kota Malang, Dr. Alfin Mustikawan. 

Sebagai badan otonom yang menaungi cendikiawan NU, ISNU memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Terlebih jika mengingat NU merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia. 

Alfin berharap ISNU Star membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada melalui penyediaan pakar dan penelitian yang relevan. ISNU star merupakan salah satu program unggulan dibawah kepemimpinan Alfin. Dengan slogannyo


 “ISNU digdaya, berkhidmah untuk umat” dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut percaya bahwa keberadaan ISNU akan berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan Kota Malang dan juga Indonesia. 

 

Sebagai pijakan awal, pasca prosesi pelantikan pengurus baru, ISNU mengadakan sarasehan yang menghadirkan Pj. Walikota Malang, Iwan Kurniawan, ST, MM, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag, Pakar Kebijakan Publik, Fadillah Putra, M.PAff., Ph.D, Guru Besar UM dan Dewan Pakar bidang Pendidikan PC Muslimat NU Kota Malang, Prof. Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, Pengusaha Nasional asal Sawojajar, Malang, Arie Aripin, serta Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji. 


Sarasehan yang menghadirkan berbagai komponen ekonomi, sosial dan politik kota Malang ini bertujuan untuk membahas kolaborasi antara ISNU, masyarakat dan pemerintah Kota Malang dalam mewujudkan Malang yang sejahtera. Selain itu sarasehan yang diadakan kepengurusan baru ISNU ini juga berusaha untuk merumuskan rencana strategis pengembangan Kota Malang dan menjawab tantangan jaman. 


Diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi yang yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah dan dijadikan pedoman bagi ISNU dalam menjalankan program programnya. ( IKA).

Read more...

Idhu Khatmi Diputuskan di Oesantren Prenduan Sumenep




Jati barang-menaramadinah.com-Rentetan Haul atu Idul Khatmi Toriqoh Attijanyah Nasional di Pesantren Darussalam Jatibarang Brebes Jateng 2024 semoga barokah alhamdulillah terdata 150 ribu.

Ikhwa   akhwat tijani dri seluruh Indonesia yang hadir dalam rentetan acara Idhul Khatmi di Brebes dan mohon doanya bahwa hasil musyawarah para kiyai2 dan habaib muqaddam Tijaniyah se Indonesia.

Memutuskan bahwa acara Idul Khatmi Tijani tahun 2026 akan diadakan di Madura khususnya Pesantren Al-Amien Prenduan dan sekitarnya seperti tahun 2009.

Semoga mendapatkan kemudahan dn keberkahan amienYa Rabal'Aalamien mohn doa2nya dan dukungannya terimakasih syukron jazakumullah khairal jaza '.

Husnu Mufid

Read more...

[31/8 09.50] Husnu Mufid: https://menaramadinah.com/88413/refleksi-jelang-hari-guru-nasional-2024-guru-dari-digugu-dan-ditiru-ke-digugat-dan-diburu.html [1/9 18.06] H Sujaya: Strategi Sukses Menjaring Siswa Baru dalam PPDB




Oleh : H. Sujaya, S. Pd. Gr. 

(Guru SMPN 3 Sindang Indramayu) 


Persaingan antar lembaga pendidikan semakin kompetitif dan atraktif. Lembaga pendidikan kini pun dipandang seperti lembaga bisnis. Ketika lembaga pendidikan mampu untuk bersaing dan lebih unggul dari lembaga lainnya maka secara tidak langsung banyak pelanggan akan melirik dan tertarik.


Menurut Edward Sallis, pelanggan pendidikan secara internal adalah guru dan staff yang ada di sekolah, sedangkan secara eksternal pelanggan pendidikan adalah pelajar, orang tua, kepala daerah, sponsor, pemerintah, masyarakat dan bursa kerja. 


Dalam bisnis ada yang namanya pemasaran. Begitupun dalam lembaga pendidikan, pemasaran mutlak diperlukan karena persaingan antar lembaga pendidikan semakin ketat. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai lembaga pendidikan yang selalu menawarkan inovasi dan keunggulannya.


Sebelum masuk pada strategi sukses PPDB, perlu diketahui bahwa ada 2 elemen penting dalam rangka memasarkan jasa pendidikan ke masyarakat. 

Pertama, baiknya kualitas promosi dan komunikasi antara sekolah dan masyarakat. 

Kedua, kemampuan sekolah untuk memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat.


Berikut beberapa program yang wajib dicoba dalam meningkatkan sukses merekrut siswa baru dalam PPDB. 


1.Aktif Melakukan Promosi Sekolah


Promosi sekolah merupakan cara mendapatkan siswa baru bagi suatu sekolah. Dengan promosi yang tepat dan efektif, sebuah sekolah bisa mendapatkan siswa yang sesuai dengan harapan dan daya tampung sekolah. Promosi ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Agar promosi sekolah dapat berjalan baik, maka perlu adanya pemetaan target calon peserta didik. Selain kategori umur, kriteria pemetaan target bisa bermacam-macam variabel. Misal, tentang peminatan calon peserta didik, jika sekolah anda adalah sekolah kejuruan bisa lakukan promosi dengan memberikan tes minat, bakat dan kemampuan pada calon peserta didik dan memberikan konsultasi rencana lanjut studi secara gratis. Atau jika sekolah anda merupakan sekolah dengan peserta didik yang berdomisili di daerah tertentu, maka bisa dilakukan promosi yang memberikan kemudahan layanan transportasi antar jemput.


Pemetaan target ini sebaiknya dilakukan secara kontinyu dan dievaluasi secara berkala, supaya pihak sekolah mendapatkan data yang up to date sehingga akan memudahkan melakukan strategi promosi pada tahun-tahun ajaran berikutnya. Setelah dilakukan pemetaan, langkah promosi selanjutnya adalah mengenalkan sekolah pada masyarakat. Pengenalan ini bisa dengan kegiatan temu langsung (offline) seperti open house sekolah dan bazar, home visit calon peserta didik, presentasi ke sekolah yang jenjang lebih rendah, menyelenggarakan pameran. Kemudian pengenalan dengan melibatkan teknologi/digital marketing dengan memanfaatkan platform media digital dan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, Twitter, YouTube, WhatsApp, Telegram, dan lain-lain. Pastikan sekolah memiliki official account tersendiri yang secara konsisten diupdate dengan konten-konten yang menarik sesuai segmen pasar. Digital marketing ini juga memberikan harapan agar program dan keunggulan sekolah dapat efektif diketahui oleh masyarakat luas.


2.Menjalin Kemitraan


Menjalin kemitraan dengan sekolah pada jenjang di bawahnya adalah salah satu strategi yang efektif. Selain itu, menjalin kemitraan juga dapat dilakukan dengan Lembaga Bimbingan Belajar, Lembaga Penyalur Kerja/Badan Latihan Kerja dan beberapa lembaga lainnya yang kiranya relevan dengan latar belakang sekolah. Dengan menjalin kerja sama maka sekolah Anda akan menjadi lebih 'terlihat' oleh masyarakat.Cara ini dengan membuat event promosi dan presentasi, setelah pihak sekolah mengajukan dan memberikan tawaran kerja sama kepada pihak sekolah yang jenjangnya lebih rendah. Pada jalinan kemitraan, tentu yang diharapkan adalah adanya simbiosis mutualisme. 


3.Memperkuat Reputasi dan Brand Positioning Sekolah


Strategi branding yang bisa dilakukan sebagai ciri khas yang bisa dilakukan dan diunggulkan sekolah adalah dengan membangun tradisi kompetisi dan prestasi. Sekolah bisa secara aktif mengikuti lomba atau menyelenggarakan lomba di institusinya. Sekolah secara berkala membuat dokumentasi pada setiap program kegiatan dan membagikannya di website dan media sosial. Selain itu juga membuat dan melakukan testimoni alumni sebagai  pelanggan yang pernah mendapatkan pelayanan oleh sekolah.


Sebuah image lembaga atau sekolah perlu dibangun dengan perencanaan yang matang, sesuai dengan visi misi lembaga dan juga Marketable, sehingga membuka peluang lembaga untuk mendapat murid yang sesuai target kualitas dan kuantitas. Keahlian komunikasi yang bisa menyampaikan informasi, sosialisasi, dan promosi tentang sekolah sangat diperlukan. Menyampaikan informasi harus efektif. Informasi yang disampaikan terlalu banyak atau terlalu sedikit juga akan menimbulkan perbedaan persepsi di masyarakat. Membangun branding sekolah adalah suatu cara seseorang membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Dengan kata lainnya sekolah memiliki citra visual dan pesan yang masuk atau terekam di ingatan seseorang bila mendengar nama sekolah tersebut. 


4.Kemudahan Layanan


Perkembangan teknologi, saat ini sistem penerimaan peserta didik baru di lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan inovasi, guna mempermudah pelaksanaan penerimaan peserta didik baru dan juga untuk promosi sekolah dalam menarik minat pendaftar, apalagi untuk lembaga pendidikan swasta. Proses penerimaan peserta didik baru kini bisa dilaksanakan dengan singkat, efektif dan efesien.


5.Menjalin Hubungan Baik (Public relations.)


Sekolah yang unggul, baik negeri maupun swasta adalah organisasi yang dalam istilah Peters dan Waterman, menjaga hubungan dengan pelanggannya dan memiliki obsesi terhadap mutu.  Dengan adanya hubungan yang terjalin baik dengan pelanggan, maka sekolah bisa jadi dapat bonus promosi konvensional yang paling ampuh yaitu promosi dari mulut ke mulut. Teknik tidak bisa dibangun dengan instan. Pihak sekolah harus mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para peserta didik terlebih dahulu, sehingga mereka merasakan manfaatnya.


Jika para alumni mendapatkan manfaat yang signifikan, maka tanpa diminta pun mereka akan dengan senang hati merekomendasikan sekolah almamaternya. Bahkan tidak perlu menunggu para peserta didik itu lulus dulu, jika pelayanan pendidikan sekolah benar-benar berkualitas, mereka pun akan suka rela memberikan rekomendasi bagi kenalannya atau kerabatnya. Jika suatu sekolah telah mencapai titik ini, promosi sekolah menjadi hal yang mudah. Tugas sekolah hanya terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan pelanggan lainnya.


6.Pameran Karya dan Panen Karya P5


Kegiatan ini menampilkan berbagai kegiatan pentas dan pameran karya seni, karya ilmiah, hasil belajar para siswa selama pembelajaran dan pasar penjualan kue dan makanan siswa. 


7.Open House (Hari Terbuka Sekolah) 


Sekolah mengadakan kegiatan di mana para calon siswa dan orang tua walinya diundang dan berkesempatan untuk diajak berinteraksi dan berdialog dengan para guru dan para siswa sekolah. Sangat menarik juga bila memberikan banyak merchandise dan door price buat para tamu yang datang. Sehingga mereka semakin mengenal sekolah dan menerima layanan yang berkesan dan simpatik. 


8.Kegiatan Sosial dan Pengabdian Masyarakat


Kegiatan ini bisa berupa bhakti social, pengabdian berupa kebersihan lingkungan, pemberian santunan dll. 


9.Workshop dan Seminar Gratis


Mengadakan workshop dan seminar gratis memperkuat personal branding sekolah. Sekolah akan mendapatkan kesan yang positif dan peduli terhadap perkembangan keilmuan dan trend yang dibutuhkan jaman. 


10.Kompetisi dan Lomba


Sekolah dapat mengadakan kegiatan kompetisi dan lomba-lomba tingkat Sekolah yang setingkat lebih rendah di bawahnya. Sekolah dapat bekerja sama dengan mencari sponsor komunitas atau bisnis lokal terutama untuk hadiah nya. 


11.Publikasi Media dan Konten Kreatif


Strategi ini melibatkan pengembangan multi media dengan membuat website /situs sekolah yang baik dan profesional. Situs ini memuat aktivitas siswa dan sekolah, karya kreasi siswa, prestasi dan prestise siswa, mencetak buku prestasi siswa, membuat konten you tube sekolah dan. Medsos serta kerjasama publikasi media dengan media berplatform online sehingga sekolah semakin dikenal lewat medsos dan ditelusuri lewat jejak digitalnya. 


Apapun strategi yang Anda pilih, strategi yang terbaik adalah strategi yang dilakukan atau dipraktekkan. Dan untuk melakukannya, jangan lupakan pula semboyan "Jer basuki mawa beya"--samubarang gegayuhan, mbutuhake wragat, pastikan lembaga pendidikan Anda mau berusaha dan wani ragat atau mengalokasikan dana untuk pemasaran dan promosi sekolah untuk mencapai sukses PPDB.

Read more...

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP