بسم الله *Lihatlah ke Belakang untuk Manfaat ke Depan*

Kamis, 12 Februari 2026

 بسم الله

*Lihatlah ke Belakang untuk Manfaat ke Depan*


Prof. Mahmud Mustain

(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)



Perintah mempelajari dinamika hidup yang sudah lewat kemudian digunakan untuk masa yang akan datang, jelas secara eksplisit ada dalam Al-Qur'an. Perintah tersebut adalah QS Al-Hasyr: 18 berbunyi:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."


Tafsir ayat ini mengingatkan kita sebagai bagian dari umat Islam untuk selalu waspada dan memperhatikan apa yang telah terjadi dan telah  mereka lakukan di dunia ini, karena mereka akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya di hari akhirat nanti. Ayat ini juga menekankan pentingnya taqwa kepada Allah SWT dan melakukan amal shaleh untuk mencapai kebahagiaan di akhirat (Modified AI, 2026).


Perihal yang dibahas adalah urutan secara kasar mulai dari mempelajari sampai bisa siap memberi manfaat yakni yang bergunan. Ketika mulai memahami yang tertangkap adalah keberadaan materi dan energi atau mal dan amal. Kedua entitas ini ketika mengikuti perjalanan waktu ada yang bisa terpolakan dan bisa teridentifikasi pola tersebut oleh persamaan matematika. Contoh benda atau materi besar Matahari yang bergerak dan memiliki pola gerakan yang jelas.


Secara umum, gerakan atau dinamika yang memiliki pola atau empiris maka sebagian besar sudah ditemukan bentuk formulasinya. Sedangkan dinamika yang belum ketemu polanya atau bentuk acak maka akan ditangani oleh bidang ilmu statistika. Bentuk persamaan empiris mathematik maupun statistik digunakan untuk membuat model yang bertujuan penyederhanaan pola. Hal ini bisa dari besar dikecilkan seperti globe, atau dari kecil dibesarkan seperti bentuk model atom.


Ketika model ini menyangkut besaran waktu maka bisa menggambarkan pergerakan, misalkan gerakan mulai waktu yang lalu tertentu berjalan sampai sekarang. Contoh model perubahan garis pantai (MPGP), kita tahu posisi garis pantai sepanjang 5 km tahun 2015 (D15) dan tahun 2025 (D25). Kita gunakan MPGP dengan data tahun 2015, runing selama 10 tahun maka akan mendapatkan posisi garis pantai tahun 2025 hasil model (D25m).


Apabila D25m sama dengan D25 maka artinya MPGP adalah betul. Ini artinya garis pantai tahun 2025 hasil model sama dengan garis pantai data lapangan. Apabila sudah begini maka MPGP ini bisa digunakan untuk estimasi posisi garis pantai 10, 20, atau 30 tahun kedepan. Misalkan dari hasil MPGP ini menghasilkan estimasi daratan akan tergerus hilang, maka ini bisa dibuatkan struktur groin untuk menahan supaya tidak tergerus.


Upaya ini jelas menjadi contoh langkah bagaimana mempelajari ilmu yang sudah lewat untuk keselamatan ke depan. Pembuatan model itu secara umum dalam kata lain adalah penghitungan atau hisab. Semoga kita bisa mempelajari dan memberi manfaat ke depan aamiin.


Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.


Surabaya, 

26 Sya'ban 1447 

atau

13 Februari 2026

m.mustain

0 komentar:

Posting Komentar

About This Blog

Blog Archive

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP