Dibunuhnya DN Aidit
Rabu, 18 Februari 2026
Aidit ditangkap di sebuah rumah di Solo oleh 22 November 1965 menjadi hari terakhir bagi Dipa Nusantara Aidit, orang nomor satu di Partai Komunis Indonesia (PKI). Setelah menjadi buronan paling dicari pasca-peristiwa G30S, pelariannya berakhir di tangan militer. Namun, kematiannya tidak diumumkan secara resmi saat itu, melainkan diselesaikan dalam kesunyian malam di sebuah desa di Boyolali. Hingga detik ini, lokasi pasti peristirahatan terakhirnya masih menjadi rahasia yang terkunci rapat oleh sejarah.
Aidit ditangkap di sebuah rumah di Solo oleh pasukan pimpinan Kolonel Yasir Hadibroto setelah sempat bersembunyi di balik lemari.
Sebelum dieksekusi, Aidit dikabarkan sempat meminta untuk bertemu dengan Presiden Soekarno, namun permintaan tersebut ditolak oleh petugas lapangan demi menghindari intervensi politik.
Ia dibawa ke sebuah markas militer di Boyolali. Di sana, terdapat sebuah sumur tua di belakang bangunan. Aidit dipersilakan mengucapkan kata-kata terakhir sebelum akhirnya dib3r0ndong sen4pan m3sin.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa ia dit3mb4k menggunakan sen4pan serbu (konon jenis AK) hingga menghabiskan satu magasin penuh p3lvru untuk memastikan ia benar-benar tewas.
Untuk mencegah makamnya menjadi tempat pemujaan atau simbol perlawanan oleh pengikutnya, jasad Aidit segera dimasukkan ke dalam sumur tua tersebut, kemudian ditimbun tanah dan dibakar di atasnya agar tidak ada jejak yang tersisa.


0 komentar:
Posting Komentar